Senin, 10 Januari 2011

SETTING IP ADDRESS DEBIAN 4.0


Jika kita melakukan perubahan setting IP address pada Linux, setting tersebut hanya berlaku sementara. Linux akan mereset setting IP address pada saat booting. Hal ini karena linux menyimpan setting-setting system pada file temporary.
Untuk membuat setting atau konfigurasi berlaku permanen, kita harus melakukan perubahan pada file setting / konfigurasi sistem. Masalahnya, setiap distribusi linux memiliki file-file setting yang lokasinya berbeda-beda antara distribusi satu dengan lainnya.
Pada debian, file konfigurasi IP address adalah :
/etc/network/interfaces
Ini adalah konfigurasi debian pada laptop saya:
# This file describes the network interfaces available on your system
# and how to activate them. For more information, see interfaces(5).
# The loopback network interface
auto lo
iface lo inet loopback
# The primary network interface
allow-hotplug eth0
iface eth0 inet static
        address 10.10.1.10
        netmask 255.255.255.248
        network 10.10.1.8
        broadcast 10.10.1.15
        gateway 10.10.1.9
KETERANGAN: 
Pada file di atas terdapat dua ethernet adapter yang dikenali oleh linux, yaitu: lo dan eth0
lo adalah loopback adapter, yang digunakan sistem operasi untuk mengakses alamat localhost
eth0 adalah nama device (ethernet adapter fisik) yang dikenali oleh linux
address
netmask
network
broadcast
gateway
sumber website 2
Awalnya saya kesulitan untuk menyetting IP address pada linux Debian 4.0, tapi setelah dicoba-coba sambil liat tutorialnya bisa juga. Setelah menginstall linux debian 4.0 kemudian kita login ke root.
linux : root
password : 123
setelah itu anda telah masuk ke terminal.
1. masuk ke network interfaces:
linux: nano /etc/network/interfaces
2. kemudian setting IP Address didalmnya:
auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.4.5
netmask 255.255.255.0
network 192.168.4.0
broadcast 192.168.10.255
gateway 192.168.4.5

3. setelah distetting keluar dan simpan IP diatas.
4. setelah itu restart ip addressnya
linux: /etc/init.d/networking restart
5. kemudian cek apakah ipnya sudah tersetting atau belum dengan perintah
linux”: ifconfig
6. apabila muncul ip sesuai dengan yang kita atur maka telah berhasil

Sumber : website 3
linux debian adalah sebuah sistem operasi yang pas bangt klo di buat server, disamping itu dalam pempuatan DNS di debian perlu beberapa IP yang akan dibutuhkan untuk pengelamatan DNS ftp, mail, web dll maka perlu adanya IP yang berbeda..., hmm..... dengan debian anda bisa membuat dalam 1 Lan Card terdapat beberapa IP. untuk contoh konfigurasinya adalah : pastikan anda dalam root buka user, dan setelah itu masuk dir network dengan perintah #cd /etc/network //masuk konfigurasi networknya ~etc/network#nano interfaces setelah itu edit file interface seperti contoh dibawah ini auto lo iface lo inet loopback allow-hotplug eth0 #IP address Utama auto eth0 iface eth0 inet static address 192.168.1.1 netmask 255.255.255.0 gateway 10.122.x.x #IP address Alias Pertama auto eth0:1 iface eth0:1 inet static address 192.168.1.2 netmask 255.255.255.0 #IP address Alias kedua auto eth0:2 iface eth0:2 inet static address 192.168.1.3 netmask 255.255.255.0

Tidak ada komentar:

Posting Komentar